Kemenangan 2-0 Juventus atas Genoa di Allianz Stadium pada Senin malam seharusnya menjadi momen perayaan bagi Luciano Spalletti. Namun, manajer kawakan tersebut justru menunjukkan raut wajah frustrasi usai laga, mengkritik tajam penurunan performa anak asuhnya di babak kedua.

Dua gol cepat dari Bremer dan Weston McKennie di babak pertama sempat menjanjikan malam yang tenang bagi Si Nyonya Tua. Namun, babak kedua justru menyuguhkan pemandangan berbeda. Juventus kehilangan intensitas, membiarkan Genoa menyerang, dan hampir kebobolan andai Michele Di Gregorio tidak menggagalkan penalti Aaron Martin.

"Bukan Masalah Kelelahan"

Menanggapi anggapan bahwa skuatnya tampak kelelahan, Spalletti dengan tegas membantahnya. Ia mengungkapkan bahwa para pemain telah diberikan waktu istirahat ekstra sebelum pertandingan pekan ke-31 ini.

"Ini bukan masalah kelelahan. Kami bahkan tidak berlatih kemarin atau lusa," ujar Spalletti kepada Sky Sport Italia. "Saya membiarkan mereka sendiri agar bisa pulih. Mereka punya dua hari libur, jadi alasan lelah itu tidak masuk akal."

Baca juga: Juventus Kembali ke Jalur Kemenangan, Bungkam Genoa 2-0

Spalletti merasa heran bagaimana sebuah tim bisa menunjukkan dua wajah yang sangat kontras dalam satu pertandingan. Dominasi di babak pertama seolah hilang ditelan bumi setelah turun minum, sebuah inkonsistensi yang menurutnya sangat berbahaya.

Keraguan di Balik 300 Kemenangan

Malam itu sebenarnya menjadi tonggak sejarah bagi Spalletti. Ia resmi menjadi manajer keempat dalam sejarah Serie A yang mencapai angka 300 kemenangan, bersanding dengan nama-nama besar seperti Giovanni Trapattoni, Massimiliano Allegri, dan Nereo Rocco. 

Namun, pencapaian individu tersebut tertutup oleh keraguannya terhadap identitas tim yang ia asuh sejak Oktober 2025 itu.

“Terkadang kita harus menerima bahwa kita bukanlah versi terbaik dari diri kita sendiri,” kelas Spalletti.

“Setelah enam atau tujuh bulan di sini, saya masih tidak yakin apa yang sedang saya hadapi. Tidak mungkin memiliki babak pertama seperti itu dan kemudian babak kedua seperti ini. Dan jika mereka terus maju dan mencetak gol penalti, itu akan menjadi malam yang sangat sulit.”

Baca juga: Spalletti Antara Puas dan Kecewa: "Saya Hidup Demi Posisi Keempat"

Fokus Menuju Liga Champions

Meski merasa frustrasi, hasil ini tetap menjadi angin segar bagi posisi Juventus di klasemen. Tambahan tiga poin membuat mereka kini hanya terpaut satu angka dari Como di posisi keempat, sekaligus menjauh dari kejaran AS Roma yang baru saja tumbang dari sang pemuncak klasemen, Inter Milan.

Juventus sukses mengamankan kemenangan lewat gol Bremer di menit ke-4 dan Weston McKennie di menit ke-17. Michele Di Gregorio yang masuk di awal babak kedua menjadi pahlawan dengan menepis penalti di menit ke-75, memastikan Juventus mencatatkan clean sheet kelima secara beruntun melawan Genoa di liga.

Juventus kini harus segera membenahi stabilitas permainan mereka sebelum menghadapi jadwal berat melawan Atalanta, Bologna, dan AC Milan dalam sisa musim 2025-26. Bagi Spalletti, tantangan terbesarnya saat ini bukan hanya memenangkan laga, melainkan memahami karakter skuat Bianconeri yang masih dianggapnya sebagai teka-teki.

Buat kamu yang gak mau ketinggalan berita-berita menarik serta trivia unik seputar olahraga dari mulai sepak bola, basket, hingga MotoGP, yuk gabung channel Whatsapp official Yuk Sports DI SINI!