Barcelona resmi melayangkan pengaduan formal kepada UEFA pada Kamis waktu setempat, menyusul kekalahan 2-0 dari Atletico Madrid di leg pertama perempat final Liga Champions. Pihak klub mengecam kepemimpinan wasit Istvan Kovacs dan kegagalan VAR yang dinilai sangat memengaruhi hasil pertandingan di Camp Nou pada Kamis (9/4)lalu.

Fokus utama protes Blaugrana tertuju pada insiden handball di menit ke-54. Saat itu, kiper Atletico Juan Musso tampak telah memulai kembali permainan dengan melepaskan bola dari kotak penalti, namun bek Marc Pubill justru memungut bola dengan tangannya di dalam area terlarang untuk melakukan tendangan gawang ulang.

Masalah VAR

Meski para pemain Barcelona melakukan protes keras di lapangan, wasit Kovacs mengabaikan insiden tersebut dan tim VAR tidak memanggil sang wasit ke monitor. Dalam pernyataan resminya, Barcelona menyebut keputusan itu sebagai kesalahan fatal dan tidak dapat dipahami.

Baca juga: Alvarez dan Sorloth Bawa Atletico Menang 2-0 atas 10 Pemain Barcelona

"Barcelona menginformasikan bahwa layanan hukum klub telah mengajukan pengaduan kepada UEFA hari ini terkait peristiwa di leg pertama perempat final Liga Champions melawan Atletico Madrid," tulis pernyataan klub.

"Pengaduan tersebut berpusat pada tindakan spesifik. Pada menit ke-54 pertandingan, setelah permainan dimulai kembali dengan benar, seorang pemain lawan mengambil bola di area mereka tanpa diberikan penalti yang sesuai," tambahnya.

"Barcelona memahami bahwa keputusan ini, bersama dengan kurangnya intervensi serius dari VAR, merupakan kesalahan besar. Oleh karena itu, klub telah meminta agar penyelidikan dibuka, akses ke komunikasi wasit, dan jika perlu, pengakuan resmi atas kesalahan tersebut dan penerapan langkah-langkah yang relevan."

Barcelona juga merujuk pada preseden musim lalu dalam laga Club Brugge vs Aston Villa, di mana insiden serupa yang melibatkan Tyrone Mings berbuah penalti. Selain masalah handball, Barca juga mempertanyakan keputusan tidak dikeluarkannya kartu kuning kedua untuk kapten Atletico, Koke.

Malam Kelam di Camp Nou

Kemarahan Hansi Flick bukan tanpa alasan. Sebelum drama penalti tersebut terjadi, Barcelona sudah dipaksa bermain dengan 10 orang sejak menit ke-42 setelah Pau Cubarsi menerima kartu merah langsung, yang ditingkatkan dari kartu kuning melalui intervensi VAR, karena pelanggaran terhadap Giuliano Simeone.

Dari pelanggaran tersebut, Julian Alvarez mencetak gol pembuka lewat tendangan bebas fantastis dari jarak 25 meter yang merobek pojok gawang Barcelona. Alexander Sorloth kemudian menggandakan keunggulan tim tamu pada menit ke-70 melalui sundulan jarak dekat, memastikan kemenangan pertama Diego Simeone di Camp Nou sejak 2006.

Baca juga: Flick Mengamuk, Kecam Wasit Setelah Kekalahan dari Atletico

Menuntut Transparansi

Lewat surat protesnya, Barcelona menuntut akses penuh terhadap rekaman komunikasi antara wasit di lapangan dan tim VAR. Walaupun sadar bahwa hasil pertandingan tidak akan berubah, klub merasa perlu ada pengakuan resmi atas kesalahan tersebut demi menjaga integritas kompetisi.

"Kami percaya pada diri kami sendiri. Di babak kedua, kami bermain sangat baik meskipun kekurangan satu pemain," kata Flick. "Mereka juga memiliki kualitas di lini depan. Tidak mudah untuk bertahan melawan mereka, tetapi kami memiliki peluang untuk memenangkan pertandingan ini."

Dengan defisit dua gol dan tanpa kehadiran Cubarsi di lini belakang, Barcelona kini menghadapi misi mustahil di leg kedua yang akan digelar di Metropolitano pekan depan. 

Buat kamu yang gak mau ketinggalan berita-berita menarik serta trivia unik seputar olahraga dari mulai sepak bola, basket, hingga MotoGP, yuk gabung channel Whatsapp official Yuk Sports DI SINI!